KLASIFIKASI REAKSI-REAKSI ORGANIK DASAR
Klasifikasi Reaksi-Reaksi Organik Dasar
Kimia organik merupakan ilmu yang mempelajari tentang struktur, sifat, komposisi, serta senyawa organik. Pada dasarnya, senyawa organik merupakan senyawa yang dikaitkan dengan alam. Dalam arti, senyawa organik hanya dapat dihasilkan oleh makhluk hidup. Sehingga keberadaan kimia organik hampir seluruhnya bersumber dari tanaman, hewan, minyak bumi, gas alam dan lain sebagainya.
Dalam kimia organik terjadi reaksi kimia yang bersumber dari senyawa organik. Reaksi ini merupakan reaksi organik dimana reaksi ini berlangsungnya dengan pemutusan dan pembentukan suatu ikatan. Perlu diketahui bahwa reaksi organik memiliki berbagai reaksi-reaksi kimia organik.
Adapun klasifikasi reaksi-reaksi organik dasar adalah reaksi Substitusi, reaksi Adisi, reaksi Eliminasi, reaksi Oksidasi, reaksi Penataan ulang struktur.
1. Reaksi Substitusi
Reaksi substitusi merupakan suatu reaksi kimia dimana atom atau gugus atom digantikan oleh atom atau gugus atom lainnya. Dalam arti, reaksi substitusi merupakan reaksi kimia yang mengalami pergantian atau pertukaran atom oleh atom lain.
Contoh reaksi substitusi diatas mengalami pergantian gugus -OH oleh halogen. Gugus -OH yang berasal dari senyawa karbon posisinya digantikan oleh halogen, sehingga gugus -OH berganti posisi dengan Cl dan Cl berganti posisi dengan -OH. Pada saat bertemu dengan atom H maka akan membentuk H2O. Proses ini terjadi apabila HCl dalam bentuk pekat. Dapat kita lihat dimana posisi OH pada CH3-OH (kiri) digantikan oleh Cl dan posisi Cl pada H-Cl(kiri) digantikan oleh OH. Dapat disimpulkan metanol (CH3-OH) yang direaksikan dengan hidrogen klorida akan membentuk produk berupa metil klorida, dimana -OH digantikan oleh Cl.
Reaksi substitusi terbagi menjadi 2 yaitu reaksi substitusi nukleofilik atau elektrofilik. Reaksi nukleofilik merupakan reaksi penggantian suatu gugus dengan suatu nukleofil.
Dalam reaksi ini Alkil Halida (R-X) atau halogen merupakan gugus pergi yang baik. Pada saat halogen lepas maka digantikan oleh Nukleofili menjadi R-NU. Nukleofili ada yang negatif dan netral.
Reaksi diatas terlihat jelas OH- menyerang Alkil Halida lalu halogen atau Bromium lepas dan digantikan oleh OH, sehingga membentuk CH3CH2OH + Br.
2. Reaksi Adisi
Reaksi adisi merupakan reaksi penambahan atom atau gugus atom yang berlangsung dengan pemutusan ikatan π dan pembentukan 2 ikatan sigma. Reaksi adisi terjadi pada senyawa yang mempunyai ikatan rangkap atau rangkap tiga. Misalnya, C=O yang merupakan ikatan rangkap dua atau ikatan rangkap tiga antara atom C dengan atom N. Jadi, tidak selalu C dengan O tetapi bisa juga C dengan unsur lain, dengan suara berikatan rangkap dua atau rangkap tiga.
Pada reaksi adisi, molekul senyawa yang memiliki ikatan rangkap menyerap atom atau gugus atom sehingga ikatan rangkap berubah menjadi ikatan tunggal. Jadi yang diserang adalah ikatan rangkap, kemudian ikatan rangkap menyerap senyawa yang masuk. Sehingga, ikatan rangkapnya putus dan senyawa yang menyerangnya akan masuk.
Contoh reaksi adisi
Dalam reaksi adisi 2 reaktan yang bereaksi akan membentuk 1jenis produk tanpa adanya atom yang tersisa. Etilen yang bereaksi dengan H-Br akan membentuk produk. Dimana H-Br masuk dalam molekul tersebut, sehingga tidak ada lagi atom yang tersisa. Satu ikatan dari etilen tergantikan menjadi 2ikatan yang mengikat atom hidrogen dan atom halogen. Jika dilihat dari hasil reaksi diatas, maka etilen mengalami pemutusan ikatan π dan pembentukan ikatan sigma.
3. Reaksi Eliminasi
Pada reaksi eliminasi, senyawa molekul berikatan tunggal menjadi senyawa berikatan rangkap dengan melepas molekul.
Eliminasi merupakan reaksi kebalikan dari reaksi adisi. Jadi reaksi eliminasi terjadi dengan melepaskan molekul.
4. Reaksi Oksidasi
Reaksi Oksidasi atau pembakaran merupakan reaksi senyawa hidrokarbon dengann oksigen. Sebagai contoh, reaksi antara Etana dengan Oksigen.
Reaksi Etana dengan Oksigen menghasilkan Karbondioksida dan Air.
5. Reaksi Penataan Ulang
Reaksi penataan ulang terjadi ketika satu reaktan mengalami penataan ikatan dan atom-atomnya menghasilkan produk isiomer.
Contoh Reaksi Penataan Ulang
Permasalahan :
1. Jelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya Reaksi Adisi pada suatu senyawa !
2. Apakah reaksi penataan ikatan hanya menghasilkan produk isomer, jelaskan !
3. Jelaskan mengapa pada Reksi oksidasi, Oksigen hanya dapat bereaksi dengan senyawa hidrokarbon ? Bagaimana bila bereaksi dengan senyawa lain ?






Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,saya Adinda Hanifah NIM A1C119103 Izin manjawab permasalahan nomor 3
BalasHapusReaksi oksidasi termasuk reaksi organik,sehingga reaksi tersebut dapat bereaksi dengan senyawa organik saja,yaitu senyawa hidrokarbon,dimana senyawa hidrokarborbon merupakan senyawa organik
Baiklah Saya Melfiza Egia Distria NIM A1C119076, akan mencoba menjawab permasalahan no 2.
BalasHapusReaksi penataan ulang merupakan jenis reaksi organik dimana rangka karbon suatu molekul ditata ulang dan menghasilkan struktur isomernya, dan seringkali substituen berpindah dari satu atom ke atom lainnya pada molekul yang sama. dan juga sebuah penataan ulang tidaklah tidaklah dipresentasikan dengan tidak berat sebelah menggunakan transfer elektron yang sederhana. mekanisme perpindahan gugus alkil pada penataan ulang wagner-meerwein yang sebenarnya probabilitas melibatkan transfer gugus alkil secara mulus di sepanjang ikatan.
Terimakasih..